Semangat Kartini Hidup di Ruang Demokrasi Bawaslu Kota Serang
|
Kota Serang, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Serang - Semangat Bawaslu Kota Serang dalam mengawal demokrasi tidak hanya tercermin dari kerja-kerja kelembagaan, tetapi juga dari peran aktif perempuan di dalamnya. Di tengah dinamika pengawasan pemilu, para perempuan pengawas hadir membawa perspektif empati, ketelitian, dan keteguhan sikap dalam menjaga integritas setiap tahapan demokrasi. Peran ini menjadi cerminan nyata bagaimana nilai-nilai perjuangan Kartini terus hidup dan bertransformasi dalam konteks kekinian.
Dalam rangka memperingati hari Kartini, Selasa (21/4/2026), di lingkungan Bawaslu Kota Serang, seluruh jajaran staf perempuan wajib mengenakan pakaian adat (kebaya) selama jam kerja. Hal ini menunjukan perempuan tidak lagi dipandang sebagai pelengkap, melainkan sebagai bagian penting dalam pengambilan keputusan dan pelaksanaan pengawasan. Mereka terlibat langsung di lapangan, berinteraksi dengan masyarakat, hingga menyelesaikan berbagai persoalan kepemiluan. Dalam keseharian, para pengawas perempuan ini tidak hanya menjalankan tugas, tetapi juga membawa nilai-nilai humanis, seperti membangun komunikasi yang hangat dan pendekatan persuasif kepada masyarakat.
Salah satu staf perempuan Bawaslu Kota Serang, Olis, mengungkapkan bahwa semangat Kartini baginya adalah tentang keberanian untuk terlibat dan bersuara dalam ruang publik, termasuk dalam demokrasi. “Bagi saya, Kartini itu bukan hanya soal emansipasi, tapi soal keberanian mengambil peran. Di Bawaslu, kami perempuan punya ruang yang sama untuk mengawasi dan memastikan demokrasi berjalan jujur. Itu yang saya rasakan sebagai bentuk melanjutkan perjuangan Kartini hari ini,” ujarnya saat memperingati hari Kartini di kantor Bawaslu Kota Serang.
Hal senada disampaikan oleh staf lainnya, Neni yang turut antusias mengenakan kebaya, melihat nilai Kartini dalam demokrasi sebagai bentuk kepedulian terhadap keadilan. “Kartini itu mengajari kita untuk peduli dan berani memperjuangkan yang benar. Nah, di dalam pengawasan pemilu, itu berarti kita harus peka terhadap pelanggaran dan berani bersikap. Tapi kami juga tetap mengedepankan pendekatan yang manusiawi dalam menghadapi masyarakat,” katanya.
Melalui peran-peran tersebut, perempuan di Bawaslu Kota Serang tidak hanya menjalankan tugas sebagai pengawas pemilu, tetapi juga menjadi representasi nilai-nilai perjuangan Kartini yang terus relevan hingga kini. Dengan mengedepankan integritas, empati, dan keberanian, mereka turut memastikan bahwa demokrasi tidak hanya berjalan secara prosedural, tetapi juga memiliki wajah yang lebih inklusif dan berkeadilan.
Penulis : Rara