Pedomani Ajaran Trisakti Bung Karno
|
Kota Serang, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Serang – Menyikapi persoalan kebangsaan yang tengah mendera negara serta situasi geopolitik yang tidak stabil, penting kiranya seluruh elemen warga, terkhusus organisasi kemahasiswaan untuk kembali berkhidmat dengan ajaran trisakti Bung Karno. Gagasan trisakti memiliki tiga rumusan, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, serta berkepribadian dalam kebudayaan. Terkhusus berdaulat di bidang politik, salah satu rumusan teknisnya adalah bagaimana mengeliminasi pengaruh liberalisasi politik.
“Penting kiranya revisi UU pemilu yang kini tengah dibahas oleh pemerintah dan DPR, memperhatikan betul konsepsi tentang berdaulat di bidang politik ini. Karena pasca Reformasi, sesaat setelah UUD diamandemen, struktur politik bergerak ke arah yang lebih liberal. Pun demikian dengan pilihan sistem pemilu. Biaya politik yang begitu mahal dalam kontestasi pemilu maupun pemilihan, disanyalir sebagai penyebab utama terjadinya praktek korupsi,” kata Anggota Bawaslu Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrurri, Sabtu (13/6/2026).
Fierly menyampaikan hal tersebut ketika menghadiri Konferensi Cabang (Konfercab) XI GMNI Cabang Serang yang berlangsung di Gedung Pramuka Kota Serang. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua DPC GMNI Serang Dadang Suzana, Ketua DPD GMNI Provinsi Banten Zein Nasution, Ketua DPC PA GMNI Serang David Solehuddin, dan Ketua Umum DPP GMNI Risyad Fahlefi. Hadir pula Kasatintelkam Polres Serang Kota AKP Tatang. Dua anggota Bawaslu Kota Serang, yakni Fierly Murdlyat Mabrurri dan Masykur Ridlo, hadir sebagai tamu undangan. Peserta konfercab adalah ratusan kader dan pengurus GMNI dari lima kampus yang ada, yakni Untirta, UIN SMH Banten, Unpam Serang, UPG, dan Unsera.
“Penting kiranya GMNI menyusun outlook tentang pemilu ke depan. Analisanya harus dengan trisakti Bung Karno itu. Apakah benar, praktek kita berpemilu selama ini sudah menghasilkan sebuah kekuasaan yang mandiri secara politik, atau justru sebaliknya. Jadi revisi UU pemilu itu bukan semata pilihan taktis mengenai pilihan sistem pemilu apa yang akan digunakan atau berapa besaran electoral threshold. Disini peran GMNI dalam Kelompok Cipayung menjadi sangat dinanti,” kata Fierly.
Pada kesempatan itu, Anggota Bawaslu Kota Serang Masykur Ridlo menjelaskan, konfercab harus dapat merumuskan sejumlah ide dan gagasan berkenaan dengan persoalan ekonomi, politik, dan hukum, baik di tataran nasional maupun regional. “Apapun hasil konfercab ini, spirit persatuan tetap harus dikedepankan. Jangan sampai tercerai berai. Karena masyarakat menanti betul kiprah GMNI. Masyarakat tidak akan pernah bertanya siapa ketua GMNI sekarang, yang mereka inginkan adalah bagaimana segenap kader dan pengurus GMNI berperan aktif untuk membantu derajat hidup kaum marhaen sekaligus mengamalkan ajaran trisakti Bung Karno,” kata Masykur.
Penulis : Fierly
Foto : Vinda