Lompat ke isi utama

Berita

Ramadan Tak Surutkan Langkah, Bawaslu Kota Serang Jaga Demokrasi Lewat "Ngabuburit Pengawasan"

Dita Yuliafnita

Anggota Bawaslu Kota Serang, Dita Yuliafnita saat memberikan arahan dalam rapat di Bawaslu Kota Serang, (16/3/2026).

Kota Serang, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Serang – Di tengah suasana penuh berkah bulan suci Ramadan 1447 Hijriah, jajaran Bawaslu Kota Serang membuktikan bahwa ibadah puasa bukanlah penghalang untuk tetap produktif. Alih-alih melambat, ritme kerja pengawasan justru dikemas dengan pendekatan yang lebih hangat dan menyentuh masyarakat. Berbagai agenda strategis digelar, mulai dari konsolidasi demokrasi, pembuatan konten edukasi yang segar, hingga sosialisasi pendidikan politik bersama mahasiswa, semuanya dilakukan demi memastikan napas demokrasi tetap terjaga di ibu kota Provinsi Banten.

Salah satu program unggulan yang mencuri perhatian adalah "Ngabuburit Pengawasan". Melalui kegiatan ini, para pengawas berinteraksi langsung dengan peserta undangan yaitu masyarakat dan stakeholder sambil menanti waktu berbuka puasa, menyelipkan pesan-pesan penting mengenai pengawasan Coktas dan Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB). Pendekatan humanis ini membuat batasan antara lembaga dan masyarakat mencair, mengubah edukasi politik yang biasanya kaku menjadi diskusi santai yang penuh makna.

Koordinator Divisi Pencegahan, Parmas, dan Humas Bawaslu Kota Serang, Dita Yuliafnita, menegaskan bahwa menjaga amanah rakyat adalah bagian dari ibadah itu sendiri. Menurutnya, Ramadan justru menjadi momentum untuk memperkuat kedekatan emosional dengan pemilih melalui pengawasan yang santun namun tetap tegas.

"Bulan Ramadan sama sekali bukan penghalang bagi kami (Bawaslu) dalam menjaga demokrasi. Pengawasan coktas (pencocokan terbatas) tetap berjalan sebagaimana mestinya. Bahkan, kami memperbanyak agenda yang melibatkan langsung masyarakat agar pengawasan partisipatif tumbuh dari hati, bukan sekadar kewajiban," ungkap Dita saat memberikan arahan dalam rapat.

Semangat yang sama juga dirasakan oleh para staf di lapangan yang harus berhadapan langsung dengan teriknya matahari saat menjalankan tugas. Olis, salah satu staf Bawaslu Kota Serang, menceritakan bagaimana dedikasi para pengawas diuji di tengah rasa haus dan lapar. Namun, baginya, ada kepuasan batin tersendiri ketika tugas negara dapat diselesaikan dengan baik sembari menjalankan kewajiban agama.

"Semangat demokrasi para pengawas tidak akan padam walau sedang berpuasa. Pengawasan tetap berjalan normal seperti biasa. Turun ke lapangan untuk mengawasi coktas tidak membuat kami mundur sedikit pun, justru ini menjadi ujian kesabaran dan integritas kami sebagai pengawal demokrasi," tutur Olis dengan semangat.

Melalui perpaduan antara tugas negara dan nilai-nilai spiritual, Bawaslu Kota Serang berharap langkah-langkah kecil ini dapat membuahkan hasil yang besar bagi kualitas pemilihan di masa depan. Di akhir hari, saat azan Magrib berkumandang, para pengawas ini tidak hanya membawa pulang rasa syukur karena telah berbuka, tetapi juga ketenangan karena telah menunaikan tanggung jawab menjaga kedaulatan suara rakyat.

Penulis : Rara

Foto : Olis