Pelajar SMKN 1 Antusias Bahas Pengawasan
|
Kota Serang, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Serang - Pelajar SMK Negeri 1 Kota Serang antusias melakukan pembahasan seputar mekanisme pengawasan pemilu yang dilakukan oleh Bawaslu. Mereka berharap agar Bawaslu dapat meninimalisasi pelanggaran berupa politik uang, penggelembungan suara di TPS, hingga intimidasi terhadap pemilih. Termasuk memastikan bahwa pemilih yang menggunakan hak pilihnya di TPS telah memenuhi ketentuan. Demikian kesimpulan dari kegiatan sosialisasi pengawasan partisipatif yang digelar Bawaslu Kota Serang di SMK Negeri 1 Kota Serang, Jumat (01/08/2025).
Julhiza, pelajar SMK Negeri 1, bertanya mengenai peran Bawaslu pasca tahapan pemilu usai. Di antaranya mengenai pengawasan data pemilih berkelanjutan. Pelajar lainnya, Nahnul Amaniah, menanyakan ihwal fungsi Bawaslu dalam menjamin integritas sebuah pemilu. Sedangkan Raqil Ramazid, mengkritisi soal sikap para politisi yang terkadang abai terhadap etika, padahal mereka adalah pejabat yang dihasilkan lewat pemilu.
Anggota Bawaslu Provinsi Banten Liah Culiah menjelaskan, kegiatan ini bertujuan membentuk kesadaran kolektif para pemilih pemula dalam menyikapi pemilu. Bawaslu, kata Liah, sangat berharap para pelajar nantinya berperan aktif dalam pengawasan paritisipatif pada perhelatan pemilu dan pemilihan mendatang. “Bisa jadi nanti kami akan melibatkan pelajar SMNK 1 ini sebagai peserta pelatihan pengawasan partisipatif atau bahkan direkrut menjadi penyelenggara pemilu misalkan sebagai Pengawas TPS,” kata Liah.
Wakil Kepala Bidang Humas SMK Negeri 1 Kota Serang Namiroh, berharap kegiatan ini dapat membekali pelajar pengetahuan tentang kepemiluan, sehingga kelak terdafatr sebagai pemilih, para pelajar mampu menjadi pemilih yang cerdas. Namrioh hadir bersama para guru yang mengajar Pendidikan Kewarganegaraan.
Anggota Bawaslu Kota Serang Fierly Murdlyat Mabrurri kepada para pelajar menerangkan mengenai tiga komponen pemangku kepentingan pemilu. Yakni pemilih, peserta pemilu, dan penyelenggara pemilu. Pemilih yang bertanggungjawab, kata Fierly, adalah pemilih yang mengetahui profil calon yang hendak dipilih, mengenali program serta visi misi si calon, serta pasca pemilu terlibat aktif dalam setiap kebijakan publik yang diambil pemerintah.
“Ciri utama pemilih bertanggungjawab itu adalah menghindar dari praktek politik uang serta tidak memilih berdasarkan pertimbangan subyektifitas. Maka kepada para pelajar, gunakan medos secara bijaksana. Manfaatkan medsos itu untuk mengenali dan mempelajari track record calon,” kata Fierly.
Kegiatan ini adalah yang ketiga dilakukan Bawaslu Kota Serang. Sebelumnya agenda serupa telah dilaksanakan di SMA Negeri 2 dan SMA Negeri 6.