Lompat ke isi utama

Berita

Antisipasi 7 Penyebab Stressor di Lingkungan Kerja

Asesor

Bawaslu Kota Serang menghadiri undangan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian Bawaslu Banten secara daring pada jumat (6/11/2026)


 

Kota Serang, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Serang – Bawaslu pada semua tingkatan harus mengantisipasi timbulnya stressor di lingkungan kerja. Yakni segala bentuk tuntutan, kondisi, atau stimulus di tempat kerja yang berpotensi memicu respons stres fisik maupun psikologis pada pekerja. Setidaknya ada 7 penyebab stressor di lingkungan kerja. Yakni, beban kerja berlebih, masalah finansial, masalah kesejahteraan, relasi dengan atasan, budaya kerja yang tidak sejalan, kesempatan minim untuk berkembang, serta lingkungan kerja yang tidak suportif alias toxic.

Demikian disampaikan psikolog dari kampus Unika Atma Jaya Mohammad Adi Ganjar Priadi, saat menjadi narasumber kegiatan Jumat Sehati dan Jumpa Berlian yang digelar secara daring oleh Bawaslu Provinsi Banten, Jumat 6 November 2026. Hadir pada kesempatan itu, Anggota Bawaslu Provinsi Banten Liah Culiah. Tema kegiatan kali ini adalah Menjaga Kesehatan Mental di Lingkungan Kerja.

“Jika stressor di lingkungan kerja itu muncul maka akan ada banyak efek negatif yang timbul. Kepada pekerja yang mengalami itu akan berdampak kepada fisik, psikososial, sekaligus kognitif. Dampak lainnya bisa terjadi misperilaku, emotional eating, produktivitas menurun, tidur terus menerus, hingga burnout. Dan yang lebih parah adalah berdampak terhadap penurunan kualitas hidup. Ini yang harus segera dicegah dan tidak dibiarkan agar tidak berkembang semakin menjadi,” kata Adi.

Misperilaku adalah segala bentuk tindakan atau perilaku yang dianggap tidak pantas, tidak sopan, atau melanggar aturan dan norma yang berlaku dalam suatu lingkungan tertentu. Emotional eating adalah kebiasaan menggunakan makanan sebagai pelarian atau respons untuk meredakan emosi negatif. Burnout adalah kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang terjadi akibat stres berkepanjangan terutama dari pekerjaan atau tuntutan hidup yang tidak berhasil dikelola.

“Kesimpulannya adalah, stress tidak dapat dihindari, tapi dapat dikelola. Lakukan manajemen stress, yakni keterampilan atau usaha untuk mengantisipasi, mencegah, mengelola, dan memulihkan diri dari tekanan fisik maupun psikologis yang dirasakan tubuh. Setiap orang harus mampu menguasai peran dalam bekerja. Membuat batasan dalam bekerja memegang peranan penting dalam mengurangi beban stress,” kata Adi.

Anggota Bawaslu Provinsi Banten Liah Culiah menuturkan, pilihan tema yang disampaikan narasumber menjadi penting di saat masa non tahapan pemilu terjadi. “Jadi nanti ketika tahapan pemilu berlangsung, dimana beban kerja kita sebagai pengawas pasti meningkat, secara fisik juga pasti melelahkan, maka kita sudah dibekali bagaimana cara melakukan manajemen stress,” kata Liah. (***) 

Penulis : Fierly

Foto : Ade