Edukasi Pemilih Pemula Harus Kasual & Relatable
|
Kota Serang, Badan Pengawas Pemilihan Umum Kota Serang – Edukasi dan sosialisasi kepada pemilih pemula yang selama ini dilakukan lembaga penyelenggara pemilu, terkesan tidak efektif dan formalistik. Hal ini terjadi dari kemasan acara, judul atau tema yang disuguhkan, serta pemilihan tempat kegiatan, yang kurang diterima oleh pemilih pemula. Ke depan, diharapkan edukasi kepada pemilih pemula harus menyuguhkan tema yang kasual dan kekinian. Menggunakan bahasa sehari-hari, santai, dan tidak menggurui. Pemilih pemula lebih antusias jika judul atau tema kegiatan sosialisasi langsung menunjukkan bagaimana keputusan politik mempengaruhi masa depan, penghasilan, dan karier, sehingga relatable dengan kondisi mereka saat ini.
Demikian kesimpulan pelaksanaan konsolidasi demokrasi (konsoldem) yang digelar Bawaslu Kota Serang, Selasa (20/5/2026), dengan penggiat sosial yang terhimpun dalam Perisai Demokrasi Bangsa (PDB) Kota Serang. Hadir pada kesempatan tersebut, Ketua PDB Kota Serang Syaefudin, penggiat demokrasi Masrur Alawi, serta aktivis pemantau dari sejumlah wilayah. “Pemilih pemula lebih menyukai judul diskusi yang santai, bernada provokatif solutif, dan langsung berhubungan dengan kehidupan sehari-hari. Kami cenderung menghindari diksi formal yang kaku,” kata aktivis PDB Amelia Putri.
Amelia menjelaskan, selama ini, kegiatan sosialisasi Bawaslu selalu mengambil tema yang formal seperti kata bimbingan teknis, penguatan kelembagaan, atau evaluasi. Hal demikian, kata Amelia, membuat pemilih pemula malas menghadiri kegiatan dimaksud. “Kalau tema diskusinya misalkan dikemas dalam bahasa yang ringan dan relate dengan kehidupan kami, biasanya muncul rasa keingintahuan. Maka kami hadir. Baru kemudian dalam kegiatan itu, disisipi pesan-pesan Bawaslu soal pengawasan dan yang berhubungan dengan tugas serta kewenangan Bawaslu,” kata warga Kelurahan Sumur Pecung, Kecamatan Serang ini.
Hal yang sama diutarakan Dwi Apriliyani. Ia menambahkan, di kalangan pemilih pemula ada tren fomo. Yakni, perilaku yang selalu ingin ikut tren yang tengah ramai diperbincangkan atau dilakukan khalayak. “Maka, medsos Bawaslu juga jangan terlalu kaku. Gunakan tampilan yang lagi tren dewasa ini. Bisa saja kontennya soal bahaya politik uang, tapi narasi dan gestur yang ditampilkannya mengikuti tren kekinian,” kata warga Kelurahan Cimuncang, Kecamatan Serang ini.
Dua Anggota Bawaslu Kota Serang yang menghadiri konsoldem tersebut, Fierly Murdlyat Mabrurri dan Masykur Ridlo, mengamini betul apa yang disampaikan Amelia dan Dwi, yang merepresentasikan aspirasi generasi Z. “Kami berharap betul, PDB dapat memperkuat pengawasan partisipatif di kalangan pemilih pemula. Masukan yang tadi disampaikan tentu saja menjadi asupan produktif bagi kami dalam perbaikan kinerja ke depan,” kata Fierly.
Penulis : Fierly
Foto : Olis